Anggur Segar

Hidup sebagai pengangguran intelek segar akan diwarnai oleh beberapa hal baru yang dilakukan oleh orang tua di rumah, berikut beberapa hal yang mewarnai hari-hari saya sebagai pengangguran baru:

Continue reading

Advertisements

Pandangan Aneh Adjektiva

“Daging Dewa!” -Felix, 22Tahun.

Setiap malam saya dan beberapa teman seringkali berlatih fisik di sebuah lapangan di Bandung. Seringkali kami membicarakan banyak hal setelah berlatih. Kemarin malam kami berbicara mengenai masakan-masakan favorit. Beberapa teman yang datang dari daerah-daerah berbeda mengutarakan kegemaran makan masakan yang paling mereka sukai. Beberapa dari kawan sekota saya merekomendasi kedai-kedai yang menjual masakan enak. Dari seluruh teman, ada satu orang yang berasal dari Medan, Felix namanya. Dia anak Medan asli yang sedang kuliah di Bandung. Menurut dia udara Bandung itu sangat pas untuk menemani kita mengonsumsi makanan atau minuman yang hangat.

Dia mengutarakan tentang makanan kegemarannya. Sebelumnya dia hanya memberi tahu kami nikmatnya tuak khas dari Medan. Selanjutnya dia melanjutkan tentang makanan kesukaan dia. Sebagai orang Batak dari Medan, menurut dia, masakan berbahan utama daging babi adalah masakan paling lezat. Bagi dia daging babi itu adalah makanan yang turun dari surga. Continue reading

Tentang Maaf

Beberapa waktu yang lalu saya ikut merayakan Idul Fitri karena orangtua serta banyak keluarga saya Muslim. Selain makan-makan masakan khas Idul Fitri seperti kue kering, kupat, dan sayur bersantan, ada juga tradisi memohon maaf dan memaafkan seluruh keluarga dan orang-orang terdekat. Biasanya tradisi saling mohon maaf dan memaafkan ini masih berlaku beberapa hari atau minggu setelah hari raya Idul Fitri. Di hari pertama Idul Fitri, setelah selesai shalat Ied keluarga besar saya berkumpul dan melakukan tradisi saling bermaafan tersebut. Para orang tua duduk di sebuah bangku kemudian para orang yang lebih muda mengantre  Continue reading