Hangatnya Maaf

Kamu sapa namaku malam itu, hangat rasanya. Lama rasanya sejak kedinginan di antara kita melanda. Rasanya sedingin angin malam musim kemarau. Terasa agak lama sejak tangis terakhirmu yang kupergoki di dekat pilar malam itu. Masih terasa lorong dingin itu terpecah oleh panasnya tangismu. Pedih memang tak jauh kurasa. Tidak ada hangat malam itu, hanya panas dan dingin yang hadir sangat kontras. Continue reading

Advertisements

Tentang Maaf

Beberapa waktu yang lalu saya ikut merayakan Idul Fitri karena orangtua serta banyak keluarga saya Muslim. Selain makan-makan masakan khas Idul Fitri seperti kue kering, kupat, dan sayur bersantan, ada juga tradisi memohon maaf dan memaafkan seluruh keluarga dan orang-orang terdekat. Biasanya tradisi saling mohon maaf dan memaafkan ini masih berlaku beberapa hari atau minggu setelah hari raya Idul Fitri. Di hari pertama Idul Fitri, setelah selesai shalat Ied keluarga besar saya berkumpul dan melakukan tradisi saling bermaafan tersebut. Para orang tua duduk di sebuah bangku kemudian para orang yang lebih muda mengantre  Continue reading