Hangatnya Maaf

Kamu sapa namaku malam itu, hangat rasanya. Lama rasanya sejak kedinginan di antara kita melanda. Rasanya sedingin angin malam musim kemarau. Terasa agak lama sejak tangis terakhirmu yang kupergoki di dekat pilar malam itu. Masih terasa lorong dingin itu terpecah oleh panasnya tangismu. Pedih memang tak jauh kurasa. Tidak ada hangat malam itu, hanya panas dan dingin yang hadir sangat kontras. Continue reading

Advertisements