[Katanya] Makhluk Bebas Tak Terikat

Seringkali manusia menjadi individu tak tahu diri, alasan muncul bahwa dia sebagai individu hebat di lingkungan masyarakat. Menyebalkan. Melihat manusia bertebaran melabeli mereka sebagai satu kebebasan yang tak terikat. Teriak terus-menerus tak mau diikat, terikat. Kalian bilang bahwa kalian ini bisa bebas hilang, terbang, padahal kalian masih terikat dengan bumi dan gravitasi. Bodoh.   Continue reading

Satire

Aku sedang bingung kenapa diriku berkomentar tanpa seringkali berpikir terlebih dahulu. Padahal, komentar yang diutarakan seringkali berdampak negatif terhadap objek yang dikomentarinya. Aku juga bingung dengan cara penulisan yang dianggap mendukung, padahal sebenarnya memuat pesan mengkritik. Diriku melihat dan berpikir tentang apa? Hanya ada dukungan dan hujatan? Atau juga ada hal lain terselip di antara kedua hal besar itu? Tak Tahulah aku. Bingung aku dengan caraku sendiri berpikir. Seringkali langsung menghina dengan kasar dan membela. Continue reading

Mungkin

Sampai saat ini saya masih tidak mengerti kenapa saya sangat bodoh
Sampai saat ini saya masih tidak mengerti apa yang harus saya tulis
Sampai saat ini saya masih tidak mengerti apa yang saya kerjakan
Sampai saat ini saya masih tidak mengerti alasan saya memilih untuk begini

Ini tentang sebuah halangan Continue reading

Bunglon

Saat ini saya sampai pada tahap kembali dari penundaan yang panjang. Akhirnya saya kembali lagi menyusun skripsi yang sudah hampir dua tahun saya tunda. Alasannya, karena beberapa teman yang sama-sama menunda skripsi berhasil meluluskan diri mereka dan merubah status mereka dari mahasiswa menjadi pengagguran. Keberhasilan mereka melepaskan satu dari banyak masalah hidup membuat saya kembali terpacu, seperti dilecut oleh Continue reading

Rasa Lokal

Kemarin malam saya dan kawan-kawan berlima menghampiri sebuah food festival di Balai Kota Bandung. Rencana awal kami sebenarnya akan mengisi penuh sisa ruang di perut yang hanya sedikit terisi pada acara sebelumnya, di undangan pernikahan kawan kami. Sesampainya di venue, kami berlima mulai menyusuri beberapa stand panganan yang tersedia melawan arah jarum jam. Berbagai jenis makanan tersedia di sana, namun harga yang ditawarkan kepada para pengunjung, menurut saya pribadi, tidak bersahabat. Ya, di sini saya mulai merasakan kesenjangan yang terjadi antara saya selaku orang Bandung berumur 23 tahun tanpa pekerjaan dan beberapa pengunjung lain yang datang dari berbagai tempat dan kalangan. Continue reading

Pandangan Aneh Adjektiva

“Daging Dewa!” -Felix, 22Tahun.

Setiap malam saya dan beberapa teman seringkali berlatih fisik di sebuah lapangan di Bandung. Seringkali kami membicarakan banyak hal setelah berlatih. Kemarin malam kami berbicara mengenai masakan-masakan favorit. Beberapa teman yang datang dari daerah-daerah berbeda mengutarakan kegemaran makan masakan yang paling mereka sukai. Beberapa dari kawan sekota saya merekomendasi kedai-kedai yang menjual masakan enak. Dari seluruh teman, ada satu orang yang berasal dari Medan, Felix namanya. Dia anak Medan asli yang sedang kuliah di Bandung. Menurut dia udara Bandung itu sangat pas untuk menemani kita mengonsumsi makanan atau minuman yang hangat.

Dia mengutarakan tentang makanan kegemarannya. Sebelumnya dia hanya memberi tahu kami nikmatnya tuak khas dari Medan. Selanjutnya dia melanjutkan tentang makanan kesukaan dia. Sebagai orang Batak dari Medan, menurut dia, masakan berbahan utama daging babi adalah masakan paling lezat. Bagi dia daging babi itu adalah makanan yang turun dari surga. Continue reading