Penyederhanaan

Malam ini melihat seorang anak harus ikut ibunya bekerja sebagai PSK dalam satu ruangan di TV. Lalu saya bingung, apa sebegitunya hidup manusia?

Sebagai orang luar saya tidak menyalahkan ibunya, mungkin dengan level akademisnya memang begitu pandangannya bahwa PSK merupakan sebuah pekerjaan yang biasa saja. Saya juga tidak mau sembarangan menyalahkan pemerintah layaknya banyak pihak bergelar akademisi sekaliber sarjana atau pemegang gelar lainnya, karena menurut saya pemerintah sudah cukup rumit mengurusi masalah lain yang lebih struktural dan terencana. Bagi saya, masalah seperti ini merupakan masalah manusia serta seluruh kerumitannya. Namun, dalam hal ini saya cukup tertegun memikirkan hal besar yang seorang anak lihat dari ibunya: “bekerja untuk hidup”.

Dari kecil saya selalu melihat ibu dan ayah saya bekerja siang dan malam sebagai pedagang dan seorang guru untuk menghidupi keluarga dan seisi rumah. Lama-kelamaan saya menjadi terbiasa dan mulai menghargai uang, di sisi lain saya diajak terlibat dengan kegiatan berdagang, belanja, menghitung, memeriksa soal, menelaah, dan beberapa kegiatan mencari uang lainnya. Pada tahap ini, saya menganggap bahwa diri saya merupakan roda gigi kecil dari kumpulan roda gigi yang berputar dan menggerakan satu mesin bernama kehidupan. Tapi, itu kan saya. Beberapa orang lain memandang kegiatan serta keterlibatan saya dalam menggerakan mesin tersebut luar biasa, hebat, serta hal berlebihan lainnya. Walaupun positif dan saya menerima itu tetap ada semacam kebingungan yang hadir atas reaksi mereka. Menjadi bagian dari kumpulan roda gigi yang bergerak terus-menerus kadang membuat saya iri kepada mereka yang tidak perlu melihat upaya keras orang tua dan menikmati hasilnya. Terlebih seringkali hasilnya lebih banyak dibandingkan hasil kedua orang tua saya yang melibatkan saya. Betapa beruntungnya kalian, tapi pun begitu betapa beruntungnya saya karena sudah tahu bahwa uang itu sulit dicari. Hey, tapi apa kabar dengan kasus anak kecil tadi?

Masalah anak kecil tadi sedikit banyak serupa dengan masalah saya, bedanya hanya pada jenis pekerjaan orang tuanya saja. Mungkin bagi kalian, termasuk saya, melihat keterlibatan anak kecil tadi merupakan hal yang asing dan luar biasa tapi belum tentu dengan dirinya. Serupa dengan saya, mungkin anak kecil itu hanya melihat ibunya yang sedang bekerja demi sekolahnya dan dia merupakan bagian dari roda gigi yang berputar demi menjalankan sebuah mesin. Beruntung, dia hanya satu tempat dengan ibunya. Hal ini mungkin dapat saya mengerti sebagai sebuah penerimaan biasa bagi si anak yang terlibat langsung dengan pekerjaan ibunya. Sesederhana itu sebenarnya penerimaan logis yang hadir di antara saya serta kejadian dalam hidup si anak. Tapi pertanyaan berikutnya apakah hidup sesederhana itu? Bagaimana dampaknya buat si anak?

Jika sudut pandang sederhana yang digunakan, maka sederhana juga jadinya dan sebaliknya. Saya pikir hidup buat si anak cukup sederhana juga, setidaknya sampai si anak berumur 19 tahun. Serupa lah dengan saya, sekali lagi hanya berbeda lapangan pekerjaan orang tuanya. Menurut saya si anak cukup beruntung juga dengan mengetahui bagaimana ibunya bertindak dalam sebuah kamar di sebuah lokalisasi. Dampaknya adalah menambah wawasan si anak dalam melihat hidup yang kata orang rumit menjadi sederhana dan biasa. Dampak lokalisasi hanya sering digarisbawahi oleh para akademisi, tapi belum tentu dengan orang di dalamnya. Mungkin memang begitu adanya sebuah tempat prostitusi. Keberadaan tempat lokalisasi yang menghidupi banyak orang berprinsip sederhana juga hanya sering digarisbawahi yang macam-macam oleh mereka yang bergelar, belum tentu dengan yang ada di dalamnya. Mungkin lokalisasi hanya dipandang sebagai pasar, tempat berjual beli, dan kamar sebagai lapaknya.

Mungkin itu arti lokalisasi bagi mereka. Tidak ada yang salah, semua hanya lebih sederhana saja. Kebetulan para akademisi hanya lebih rumit saja. Bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s