Bunglon

Saat ini saya sampai pada tahap kembali dari penundaan yang panjang. Akhirnya saya kembali lagi menyusun skripsi yang sudah hampir dua tahun saya tunda. Alasannya, karena beberapa teman yang sama-sama menunda skripsi berhasil meluluskan diri mereka dan merubah status mereka dari mahasiswa menjadi pengagguran. Keberhasilan mereka melepaskan satu dari banyak masalah hidup membuat saya kembali terpacu, seperti dilecut oleh sebuah tali tambang tebal dan berat rasanya. Hal ini saya lakukan karena semata-mata rasa berkompetisi, bukan karena saya menyukai materi yang saya ajukan sebagai judul atau karena gelar yang saya idam-idamkan sebagai S. Hum.

Bodoh memang jika mengingat alasan saya melakukan penundaan pekerjaan: kebencian saya terhadap kehidupan kuliah yang bukan pilihan saya. Mungkin hal ini tidak hanya terjadi pada saya dan beberapa mahasiswa di Indonesia. Menurut saya pribadi, jika kita tidak menyukai dunia yang kita tekuni, setekun apapun hasilnya tidak akan sebaik mereka yang menyukainya sepenuh hati. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh banyak pihak secara sukses, salah satunya saya. Masalah-masalah kecil nan remeh akan bertransformasi menjadi besar dan seolah penting biasanya.

Sejak dulu saya terbiasa untuk berambisi mengejar prestasi yang saya inginkan di bidang pendidikan, namun kebiasaan itu berhenti sejak saya kuliah. Sejak masuk jurusan Sastra Inggris kehidupan saya dituntut untuk berubah drastis. Jatuh ke dalam lubang ini menyuapi keingintahuan dan sikap kritis saya terhadap diri dan dunia. Saya sukses beralih menjadi individu perengek dan penggerutu anti mayoritas dalam waktu yang singkat. Saya mulai lebih aktif menolak aturan yang berlaku di kalangan mayoritas dan melabeli diri saya bodoh sekaligus ceroboh, mulai berpandangan pesimis seolah tanpa celah untuk optimis, juga mulai memperumit semua masalah remeh. Di sisi lain, saya juga sadar kalo lulus dari dunia kuliah yang saya tekuni tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan finansial berlebih yang telah diidamkan sejak kecil.

Berdasarkan pandangan saya terhadap dunia kuliah ini, sepertinya saya kurang bersyukur ya? Tapi, sayangnya saya bukan orang yang menjadi senang makan tempe busuk walaupun diberi makan tempe busuk (tapi saya akan tetap mencoba karena berpendapat sebelum tahu itu buruk). Saya juga tidak pernah paham kenapa saya sering melakukan penolakan seperti ini. Saya sudah berkali-kali mengeluh tapi seluruh dunia seolah tuli sampai pada suatu saat teman saya bilang, “ingat boy, waktu.”. Perkataan tersebut selalu berhasil menghentak saya ketika mulai meggerutu tentang pilihan kuiah dan membuat saya sadar bahwa kita tidak selalu bisa menuntut keadilan.

Jika saya selalu beranggapan bahwa men-judge orang benar atau salah lewat pandangan agama merupakan hal yang buruk, maka yang selalu saya lakukan dalam memandang dunia kuliah juga buruk. Dunia kuliah yang sekarang saya tekuni mempertemukan saya dengan orang-orang baru walaupun bidangnya tidak saya sukai. Mereka berhasil menjadi bagian keluarga bagi saya. Mereka tidak seperti teman-teman kuliah orang lain yang selalu bilang, “teman kuliah bukan teman selamanya”. Keahlian dalam mencari uang dapat digali, tapi waktu dan berkeluarga berbeda. Dua hal tersebut tidak berjalan sama dengan keahlian mencari uang. Mereka akan datang tiba-tiba dan pergi meninggalkan bekas yang tidak pernah terhapus. Menurut saya manusia adalah makhluk sempurna yang pasti bisa beradaptasi dengan berbagai keadaan. Jadi, tidak ada salahnya mencoba berada di dunia baru karena hal itu bukan hal yang salah.

Oh iya, saya suka sekali masak. Mungkin hal tersebut bisa saya lakukan secara otodidak untuk menyenangkan keluarga dan diri saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s